Selasa, 23 Oktober 2012

Perawatan Injeksi Itu Mudah dan Murah


Perawatan Injeksi Itu Mudah dan Murah



Sekarang eranya sepeda motor injeksi. Teknologi pengabut bahan bakar ini mulai dipasarkan pada model-model entry level, di antaranya V-ixion,Mio J, Soul GT dan lain-lain, oleh Yamaha. Masalahnya, sepeda motor injeksi, di benak konsumen masih tergambar "ribet" dan mahal!
"Asumsi ini yang coba kita hilangkan. Yamaha itu siap dengan teknologi injeksi yang mudah dan murah perawatannya. Kami siap dengan 2.500 jaringan di seluruh Indonesia," komentar Muhammad Abidin, Assistant GM Technical PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2012).
Untuk membuktikan ini, Yamaha Indonesia mengajak belasan wartawan melakukan praktik menyervis sepeda motor injeksi dalam "Workshop YMJET-FI untuk Media" di DDS Yamaha, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hari ini. Dalam acara ini, KompasOtmotif bersama peserta lain diberikan materi terkait teknologi injeksi Yamaha sekaligus praktek langsung servis sendiri layaknya montir profesional di bengkel resmi.
Tiga Cara
Untuk Yamaha, ada tiga cara  bisa dipilih konsumen dalam merawat sistem injeksi. Pertama, menggunakan PEA Carbon Cleaner. Cairan ini cukup dituangkan ke tangki bahan bakar ketika mau isi bensin. Dengan zat aktif yang terkandung di dalamnya, bisa mereduksi kadar karbon (kotoran) yang ada dalam injektor atau ruang bakar.
"Produk ini kami fokuskan untuk daerah-daerah yang belum banyak bengkel Yamaha-nya. Sehingga konsumen bisa merawat sendiri setiap 10.000 km," beber Abidin.
Kedua, Yamaha bersama 3M juga mengembangkan cairan khusus pembersih injeksi "3M Throttle Body Cleaner dan Fuel Injection Cleaner". Metode ini ditawarkan oleh bengkel resmi Yamaha karena butuh beberapa perlengkapan khusus. Selain  membersihkan sistem injeksi juga ruang bakar. Kelebihan sistem ini, perawatannya lebih ringkas dan hanya butuh waktu 10 menit.
Cara ketiga, menggunakan alat khusus "Yamaha Injection Cleaner" yang bisa membersihkan injektor juga bisa mengetahui seberapa rusak kondisi semprotan injektor ke ruang bakar. Alat ini memiliki dua tabung untuk melakukan tes volume dan sebuah ruang kaca untuk melihat arah semprotannya. Satu lagi fasilitasnya adalah sebuah wadah kecil untuk membersihkan injektor itu sendiri.
teknologi injeksi pada sepeda motor itu akan sulit kalau tidak dipahami. Kalau sudah mengerti, justru lebih "simple".


Modifikasi Mesin Memperpendek Usia Motor


Modifikasi Mesin Memperpendek Usia

Sepeda Motor


Bagi sebagian besar bikers, kondisi mesin standar masih dianggap kurung mumpuni. Akibatnya, entah keinginan sendiri atau rayuan teman, tega mengoprek mesin.
Nah, kalau sudah begini, buat penampilan sih oke! Namun bagaimana nasibnya sepeda motor tersebut setelah dioprek?
Menurut Mangiring Siahaan, General Manager Service and Motorsport, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, dipastikan daya tahan atau usia pakai sepeda motor akan menjadi pendek. Lho kok bisa?
Suhu Mesin
Dijelaskan, setiap modifikasi mesin akan mempengaruhi kondisi kerjanya. Misalnya, modifikasi paling standar mengganti knalpot dengan tipe racing. Usia pakai komponen mesin jadi pendek.
"Knalpot racing digunakan untuk putaran tinggi. Pada kondisi kerja seperti itu, suhu mesin akan naik atau menjadi lebih tinggi dari normalnya. Daya tahan piston berkurang karena suhu tinggi tersebut. Ini contoh dasar, belum lagi modifikasi lainnya," jelas Mangiring.
Muhammad Abidin, Manager Technical Support, YMKI menambahkan, modifikasi pada kaki-kaki  juga memperpendek usia pakai sepeda motor. Abidin mencontohkan, mengganti pelek atau ban dengan ukuran lebih lebar, menyebabkan bobot bertambah. Akibatnya, beban kerja mesin bertambah.
"Coba saja Anda ganti ban standar dengan ukuran besar. Pada Dyno test pasti terjadi penurunan sampai satu PS," tegas Abidin.
Tergantung Individu
Abidin melanjutkan, kalau sepeda motor digunakan dengan baik (standar), perawatan berkala juga perlu dilakukan teratur. Usia sepeda motor pada kondisi top bisa mencapai 5 tahun.
"Kondisi tesebut tidak termasuk penggantian komponen yang habis, seperti kampas rem dan ban. Intinya, usia sepeda motor sangat ditentukan oleh individu penggunanya," tegas Abidin.
Anda mau yang mana? Modifikasi buat dipajang, untuk gaya, ngebut atau membutuhkan sepeda sebagai alat transportasi semata?

Rumus Ganti Ban Lebar yang Pantas!


Rumus Ganti Ban Lebar yang Pantas!

 

 


Lepas booming "ban cacing" dengan ukuran ceking, belakangan banyak pengendara sepeda motor bangga dengan ban oversize.  Tidak direkomendasikan, tetapi bisa menjadi tren.

Anggapan salah pun terjadi bahwa “semakin lebar tapak ban, daya cengkeramnya semakin kuat". Rumus ini benar untuk mobil. Jika diterapkan pada sepeda motor, ban itu harus diimbangi dengan pasanganya, yaitu pelek yang juga lebar. "Jangan mengganti bannya doang. Pelek juga harus dilebarkan agar ban tidak mengotak," ungkap Andre Halomoan, pemilik bengkel aksesori di Jalan Otista, Jakarta Timur.

Berangkat dari pembicaraan dengan Andre, kami beberkan tips yang aman dalam mengubah ukuran ban:

1. Jangan pernah memasang ban lebar tanpa mengganti pelek yang sesuai. Jika dipaksakan, maka permukaan ban tidak menyentuh jalan secara maksimal. Kemungkinan, hanya bagian tengah. Dampaknya, daya cengkeram ban berkurang drastis.

2. Perhatikan selisih ideal antara ukuran lebar ban dan pelek. Biasanya, naik dua tingkat. Misalnya, pelek standar  lebarnya 2,75 inci, ban standar 3 inci. Maksimal untuk ukuran ban adalah 3,25 inci atau setara 100/90. Lalu jika pelek 3,25 inci, maka ukuran ban maksimal 4 inci atau 120/70.

3. Jika ukuran ban dan pelek sudah pas, maka perhatikan lebar lengan ayun (swing arm). Jangan memodifikasi lengan ayun standar. Lebih baik menggantinya dengan yang lebih lebar (dari limbah moge).

4. Amati jarak bibir terluar ban dengan rantai. Jangan sampai ban sudah masuk ke lengan ayun, tetapi menempel di rantai. Ukur dahulu jarak ini sebelum menentukan ukuran ban yang akan dipakai.

5. Ganti sproket roda belakang dengan ukuran lebih besar agar traksi tetap mantap!


Tips Memilih Oli Mobil yang Pas


Tips Memilih Oli Mobil yang Pas


Belakangan banyak merek dan jenis oli mobil yang beredar di pasaran dengan spesifikasi yang kadang membingungkan. Oli mahal belum tentu baik untuk kendaraan. Alih-alih membuat performanya semakin ”greng”, justru ketika kita salah pilih, mesin menjadi tidak bekerja optimal bahkan mengurangi usia!

Inilah yang dipesankan Ivan Rastianto, Advertising & Promotion Manager Marketing Evalube Lubricants. Ada beberapa tips yang harus dipahami agar penggunaan oli cocok dengan karakter mesin mobil yang kita miliki. ”Habbit konsumen menanyakan ke mekanik. Iya kalau mekaniknya ngerti, kalau asal nunjuk merek yang mahal, belum tentu bagus juga,” sambarnya.

Agar lebih jelas, berikut penjabaran singkat tipsnya:

1. Yang harus dipahami pertama kali adalah spesifikasi mesin kendaraan. Di buku manual pasti disebutkan teknologi mesin dan jenis oli yang cocok. Merek apa pun, pada dasarnya sama asal spesifikasinya bisa diterima oleh mesin mobil.

2. Perhatikan tingkat kekentalan. Mobil-mobil masa kini, terutama yang sudah ada embel-embel VVT, VVTi dan sejenisnya. Minimum menggunakan oli dengan kekentalan 10/40 atau 5/30. Mesin-mesin seperti itu tidak cocok jika dipasangkan dengan oli berkekentalan 20/50 atau yang lebih kental.

3. Perhatikan juga kode lain seperti API. API SM khusus untuk mobil-mobil beteknologi baru dirancang untuk memberikan kontrol endapan temperatur tinggi yang lebih baik. Untuk generasi sebelumnya, misalkan mobil keluaran 2004 ke bawah, dianjurkan pakai kode SL. Lalu ada kode SJ untuk 2001 ke bawah.

4. Huruf ”W” yang terdapat di belakang angka awal, adalah singkatan dari ”Winter”. Misalnya SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.

5. Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, DOHC, dan lainnya), membutuhkan pelumasan lebih baik, di mana celah antar logam lebih sempit atau presisi. Hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

6. Boleh gonta-ganti merek oli, asal kode kekentalan sama. Sebaiknya tidak melakukan to up (menambah volume) karena terdapat sisa pembakaran di ruang bakar yang harus dibuang pada oli lama.


Minggu, 21 Oktober 2012

Cara Mendeteksi Kelistrikan pada Mobil Bekas


Cara Mendeteksi Kelistrikan pada Mobil Bekas



Ketika membeli mobil bekas (mobkas), yang mesti diperhatikan tak cukup meneliti kondisi bodi dan mendengar suara mesin. Kudu diketahui juga sistem kelistrikannya, seperti di antaranya kondisi ketika sinar lampu terang saat digas, meredup kala putaran mesin turun; kemudian, ruang dipenuhi kabel-kabel.

Mobil dengan usia di atas lima tahun umumnya banyak mengalami gangguan pada sistem kelistrikan. Selain kabel sudah dimakan usia lantaran getas, kemampuannya mengalirkan arus menjadi berkurang.

Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mencari tahu, apakah kelistrikan mobil—umumnya mobkas menganut 12 volt searah—masih tergolong sehat atau tidak. Dari sekian banyak cara, yang termudah dan populer adalah memakai voltmeter. Untuk yang ingin melakukan sendiri, juga bisa pakai voltmeter. Namun, sebelumnya, lakukan cara-cara di bawah ini.

1. Periksa ruang mesin bila banyak kabel tambahan yang tidak standar dan tidak rapi. Ada kemungkinan, hal ini bermasalah.

2. Perhatikan terminal positif (+) aki. Jika banyak kabel, hal itu mengindikasikan banyak aksesori tambahan yang membutuhkan listrik dan kemungkinan diambil dengan model bypass.

3. Teliti komponen kelistrikan, seperti lampu-lampu, AC, dan power window. Jika semuanya bekerja dengan baik, berarti kelistrikan masih bagus.

4. Uji ketika kondisi beban penuh, seperti menyalakan AC diikuti dengan menyalakan lampu-lampu, audio, dan lainnya; kemudian naikan putaran mesin. Jika sinar lampu, baik pada lampu utama atau di dasbor terangnya signifikan atau putaran kipas elektrik bertambah kencang, berarti ada masalah dengan pasokan listrik dari alternator.

5. Kalau masih penasaran, lakukanlah hal ini. Periksa tegangan aki saat mesin tidak hidup. Kondisi yang baik, angka di voltmeter menunjukkan 12-13 volt.

6. Untuk memeriksa alternator, hidupkan mesin dan seluruh perangkat kelistrikan, seperti lampu besar, audio, AC, dan pemanas kaca. Ukur tegangan pada aki. Alternator yang masih sehat akan menunjukkan tegangan aki yang baik, yaitu pada angka 12,8 volt.

7. Periksa tegangan pada beberapa titik yang menjadi aliran listrik positif, seperti koil, lampu-lampu, pemantik api, dan komponen lainnya. Carilah bagian yang memungkinkan Anda dapat mengecek tegangan listriknya dengan perbedaan tegangan tidak lebih dari 0,5 volt.